Minggu, 12 April 2015

Sedikit Tentang kekecewaan -

Kecewa adalah ketika sesuatu tidak sesuai dengan harapan. Itu ada teorinya, tapi tunggu ! ternyata ada hal lain, kecewa itu saat kita ingin memperbaiki sebuah hubungan, dan justru membuat kebodohan yang sama , itu faktanya :') Dan pertanyaannya sama seperti 3 tahun lalu, what should I do ?

Mungkin beberapa dari kalian pernah merasakan hal tersebut? mungkin. Saat dimana sedih melanda dan merasa beberapa hari tidak ada sebuah tindakan yang dilakukan untuk menjalin sebuah hubungan yang baik kepada teman, saudara, atau bahkan orang yang disuka. Yang jelas terlihat dari sikap dan juga tingkah laku orang yang ingin kita tuju.

Ketika sesuatu tidak sesuai dengan harapan, mungkin akan banyak sekali ekspresi yang kita keluarkan, tetapi, kecewa merupakan salah satu hal yang tepat.

Kecewa, mungkin itu merupakan kata yang tepat. pertanyaannya, harus diapakan rasa kecewa itu? kecewa ini berbeda, tidak dapat disalurkan kepada orang lain, dan hanya bisa dirasakan diri sendiri. kecewa karena memang merupakan kesalahan diri sendiri yang selalu berulang.

Sama seperti 3 tahun lalu, di saat yang berbeda, dengan orang yang berbeda, melakukan kesalahan yang sama di tempat yang berbeda. Mungkin sistem mapping yang kurang tepat yang membuat semuanya sama. sekarang, yang paling dapat dilakukan adalah mencoba biasa dan menyelesaikan tanggung jawab yang menanti dan berusaha tidak ada apa-apa.

Sabtu, 11 April 2015

Children And New Media

Bertemu lagi dengan pembahasan ‘new media’ atau sebuah hal yang sering dikaitkan erat dengan internet. Untuk kali tema khusus yang akan dibahas adalah, bagaimana saat ‘new media mulai bersentuhan dengan dunia anak’. Dalam hal ini terdapat sebuah chapter yang berjudul ‘Children And New Media ‘ oleh Buckinghum. Hal ini merupakan salah satu chapter yang menjelaskan adanya dunia anak yang mulai terpengaruhi oleh dunia komputer dan juga media online tersebut dalam sebuah permainan game yang ada di dalamnya.

Siapa yang tidak mengetahui permainan yang ada di dalam komputer sekarang ini? game komputer atau bahkan game online sudah sangat banyak diketahui, dan bahkan diminati oleh masyarakat. Permainan ini merupakan salah satu model permainan yang diciptakan oleh kemajuan teknologi, yang akhirnya membuat banyak sekali orang yang tertarik untuk memainkannya.


Sabtu, 04 April 2015

OPTIMIS VS PESIMISTIK adanya 'NEW MEDIA'

Masih mengenai teknologi, banyak sekali hal yang ada di sekitar kita yang dapat dijadikan sebagai penelitian tentang adanya perkembangan teknologi yang ada di sekitar kita. Salah satu yang banyak menjadi pertanyaan atau keraguan adalah, memgapa teknologi memiliki hal yang tidak merata dalam hal akses. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya masyarakat pada suatu daerah yang bahkan belum mengetahui tentang adanya keberadaan ‘new media’ ini.

Acces to Computer and Internet

Akses memang dianggap sebuah hal yang paling penting dalam sebuah ‘new media’ atau internet. Hal ini karena memang internet harus mempunyai akses, untuk menjangkau masyarakat. Jika tidak ada akses, maka tidak aka nada yang mengenal internet sampai sejauh ini. Akses sebenarnya meliputi banyak hal. Dan tentu saja, mempunyai banyak kendala. Selain memang peran orang yang menyalurkan internet, ada banyak kendala lain seperti motivasi, penggunaan, dan juga karakteristik dari masyarakat tersebut, suka atau tidaknya dengan kedatangan internet. Hal ini seperti yang dijelaskan oleh Katz and Aspden, 1997a, 1997b, 1997c.

Tetapi disamping semua hal tersebut, internet tetap saja memberikan dampak yang signifikan bagi manusia dan juga masyarakat dengan segala sistem yang ada di dalamnya. Tetapi tentu saja, dibalik semua perubahan terdapat dua hal yang terkadang berbanding terbalik. Dan hal inilah yang akhirnya menimbulkan sisi optimis dan juga pesimistis, di balik semua yang ada. Dan tentunya sebagai orang yang juga menggunakan media, kita harus mengetahui sisi tersebut yang dapat kita lihat melalui sisi akses terlebih dahulu.

Pessimistic

Neu et al pada tahun 1999, pernah membuat penelitian jika memang warga Afrika memiliki akses internet yang kurang dibandingkan dengan orang Asia, yang menyebabkan hilangnya partisipasi yang ada di dalam masyarakat mereka. Hal ini juga dapat kita temui di masyarakat yang ada di Indonesia, dimana memang terdapat banyak suku yang memang menutup diri dari adanya internet atau bahkan karena tidak pernah diperkenalkan dengan ‘new media’ tersebut.

Hal ini salah satunya dapat kita lihat pada suku Baduy di Banten misalnya, suku yang sangat menjaga adat istiadat cenderung menolak dengan perkembangan teknologi yang ada, begitu pun internet. Sebagian besar dari masyarakat mereka tidak peduli dengan perkembangan sistem komunikasi di luar mereka, hal ini menyebabkan mereka terasing dari kehidupan virtual. Hal ini karena memang masyarakat tersebut mempunyai kepercayaan akan adat yang sangat menghargai lingkungan, dan tidak ingin merusak hal tersebut. Dan tentunya contoh yang satu ini dapat memperlihatkan kurangnya akses internet bisa masuk ke dalam masyarakat tersebut.

Selain hal tersebut, terdapat pula sebuah penelitian lain yang memang melihat pestimistik ini di luar maslaah adat. Seperti adanya  penelitian yang mengungkapkan bahwa adanya keadaan yang merugikan bagi orang yang memiliki pendidikan rendah, wanita, orang dalam usia renta, dan orang yang berpendapatan rendah. Kebanyakan dari mereka memiliki kesulitan dalam mengakses dan mengoperasikan internet. Banyak dari kalangan orang tua yang mengeluh dan lambat dalam mencerna dan mengoperasikan internet, bahkan ada juga yang sama sekali tidak mengetahui perkembangan kehidupan di dunia virtual yang semakin marak ini. Dan tentunya hal tersebut dapat kita lihat di dalam kehidupan kita sehari-hari.
  
Optimistic Perspective

Disisi lain, menurut McNutt, 1998, internet juga memberikan kemudahan bagi manusia untuk mengakses informasi. Internet memang menyediakan banyak sekali kelebihan mulai dari informasi hingga membantu meningkatkan kehidupan manusia dengan memberikan akses pendidikan di dalamnya. dan tentu saja hal tersebut merupakan salah satu yang tidak bida kita hilangkan dari pandangan kita.

Contoh dari akses internet ini dapat kita temui, bahkan kita alami. Sekarang banyak sekali yang memang mengakses pemberitaan dan yang lainnya melalui internet. Bahkan sekarang banyak sekali dari para mahasiswa yang mencari jurnal dan ilmu pengetahuan dari ‘new media’ yang satu ini.

Selain itu, dengan adanya internet, banyak sekali masyarakat yang memang dapat mengakses internet untuk mencari teman yang mempunyai perbedaan dan lainnya. Maka dari itu, akses yang diberikan oleh internet sangatlah penting.

Dari adanya beberapa hal optimistic dan juga pesimistik yang ada di dalam akses, terdapat beberapa hal yang akhirnya menjadi pemikiran dalam materi yang satu ini. Pengenalan orang tua yang memang sangat sulit untuk dimasuki internet, merupakan salah satu penemuan yang menarik. Dan tentu saja, terdapat beberapa orang yang memang tengah meneliti tentang hal ini. Dan makin menarik karena terdapat beberapa pendapat yang ternyata sama, bahwa memang orang tua kesulitan untuk mengaksesnya karena teknologi ini sudah berubah di jaman mereka yang berbeda. Yang membuat mereka belum terbiasa dengan adanya internet. Hal ini bisa kita bandingkan kelihaian internet kita dengan orang tua ataupun kakek nenek kita.

Sedari kecil, kita bahkan telah mengetahui tv, dimana kakek kita belum mengetahuinya, bahkan kemunculan tv juga merupakan sebuah perubahan yang sangat signifikan. Dan ketikan kita ketika sd sudah mengetahui internet, orang tua atau misal kakek kita masih berusaha beradaptasi dengan tv. Dan tentu saja, ketika kita telah mahir dalam new media, kakek kita kemungkinan besar akan makin sulit menerima. Maka dari itu, akses yang terhambat dengan adanya umur atau usia, memang hal yang sangat wajar. Dan hal tersebut juga mungkin sulit untuk dihindari, meski telah memakai sosialisasi internet yang sedemikian rupa.

Tetapi tentu saja, dari semua hal yang disampaikan tentang optimis dan pesimis di atas, kita sebagai orang yang juga menggunakan internet dan teknologi, harus menjadi tahu, apa yang harus kita lakukan dengan new media dan apa yang harusnya tidak kita lakukan. Karena setiap hal pastinya memiliki hal yang buruk dan hal yang baik. Dan apapun akses yang menghambatnya, jika kita bisa menghalau untuk sesuatu yang lebih maju, tentunya kita bisa coba dari keluarga terdekat yang mungkin belum mengenal internet, agar mereka dapat menggunakan ‘new media’ ini dengan cara yang lebih bijak. Terimakasih telah membaca :) 

Sabtu, 28 Maret 2015

Mengenal lebih dekat : Tahapan Perkembangan 'MEDIA' dan 'KOMUNITAS'

Banyak sekali perkembangan yang ada di dalam dunia teknologi. Yang tentu saja hal seperti patut untuk kita perhatikan. Teknologi merupakan salah satu hal yang sangat dekat dengan kehidupan kita. Hal ini tentu saja, membuat kita harus terus mengikuti perkembangan yang ada. Ada beberapa tahap yang membuat teknologi menjadi sekarang ini, bahkan hingga dikenal dengan sebutan ‘new media’ yang memang telah diketahui oleh orang banyak.

Dalam hal ini, sebagai seorang yang menggunakan teknologi, dan bahkan telah menjadi pengguna aktif, tidak ada salahnya, jika kita harus mengetahui tahapan serta perkembangan  yang ada di dalam teknologi. Yang dalam hal ini, tahapan tersebut mempunyai kemungkinan besar untuk membuat kita mengetahui bahwa ada sejarah dan juga dampak yang dibawa, pada sebuah teknologi, yang dalam hal ini menyangkut dengan media, yang tentunya sudah tidak asing di telinga kita.

Beberapa tahapan dapat kita ketahui dari beberapa gelombang yang ada di bawah ini :
1.      Gelombang Pertama dari studi komunitas dan media
Pada gelombang ini, terdapat seseorang yang memang tertarik kepada peran dari komunitas pers, yang pada saat itu, tengah ada di dalam pembentukan identitas antara kelompok imigran. Seseorang tersebut merupakan Park (1922) yang memang memberikan pendapat bahwa pembaca koran, lebih merupakan karakteristik yang ada di penduduk kota dibandingkan dengan penduduk yang ada di desa. Dan ternyata, terdapat sebuah kesimpulan bahwa masyarakat yang ada di dalam pedesaan lebih suka untuk membaca berita lokal mengenai daerah atau wilayah yang ditempatinya, dibandingkan dengan daerah lain. Sebaliknya, masyarakat kota dinilai lebih suka membaca berita yang memang berasal dari luar kota.

Lalu, disaat yang hampir bersamaan pada gelombang ini, Merton (1949) juga mempunyai pendapat yang lain. Dia memberikan perbedaan pada masyarakat, yang menurut pengamatannya, masyarakat dapat dibagi menjadi dua kelompok yang berbeda, yaitu localites dan juga cosmopolitans. Localites diartikan sebagai masyarakat yang memang terlibat dalam aktifitas sosial yang berbasis lokal dan juga menggunakan koran lokal untuk mencari berita lokal juga, yang memang menarik perhatiannya. Sedangkan, di sisi lain, cosmopolitan merupakan sebuah masyarakat yang memiliki pandangan luas, dan juga aktivitas sosial yang beragam, ternyata banyak yang mencari berita dari luar daerah. Dalam hal ini dapat dilihat, bahwa penggunaan media dan juga partisipasi komunitas yang ada di dalamnya, memang merupakan bentuk refleksi dari masing-masing individu.



Disisi lain, ternyata hal ini juga berbeda menurut Jangwitz (1952), menurutnya koran lokal memang berkontribusi dalam masyarakat yang ada pada daerah lokal tersebut. Dia menemukan bahwa integrasi komunitas dan juga keterlibatan komunitas berhubungan dengan perhatian yang lebih besar dari surat kabar lokal.

Pada gelombang ini, kita sudah dapat menyaksikan, baik media lokal maupun bukan, memang telah mempunyai pengaruh yang besar, yang memang telah mempengaruhi masyarakat, dengan di dalamnya terdapat berbagai macam pengelompokan dan juga pengkategorian identitas di dalam suatu komunitas, secara tidak sadar.

2.      Gelombang Kedua : Media Komunitas Elektronik
Seperti yang kita ketahui pada gelombang pertama, media yang pertama kali ada adalah media cetak, yang memang memiliki sejarah dampak yang memang sangat tinggi, apalagi jika kita kaitkan dengan awal mula atau sejarah yang ada, anda akan menemukan banyak dampak yang sangat besar yang diakibatkan oleh sebuah media cetak.

Tetapi, pada gelombang kedua, terdapat perubahan dalam hal teknologi yang tidak kalah menarik. Di dalam tahapan ini, telah berkembangan suatu teknologi, yaitu sebuah video portable, dan juga distribusi sistme televisi kabel yang ada pada akhir tahun 1960 dan awal tahun 1970. Tentunya hal ini membuat perubahan yang sangat signifikan. Dalam hal ini, mulai bermunculan kelompok-kelompok kontra-budaya dan juga politik yang mapan memiliki surat kabar untuk dirimereka sendiri. Dalam hal ini, sering dikenal sebagai underground atau juga pers alternative, yang pernah disebutkan oleh Downing, Girard, dan Jallow.
Media yang baru ini memang mencoba untuk menghadirkan sebuah ‘media komunitas’ yang mengacu pada berbagai macam bentuk mediasi yang dapat dihasilkan dari komunikasi. Beberapa contohnya banyak kita lihat seperti sekarang ini, seperti media elektronik radio, dan juga televisi, serta media cetak seperti koran dan juga majalah. Dalam hal ini, jaringan elektronik kemudian berinisiatif untuk merangkul segala yang ada di dalam media saat itu, seperti media yang mempunyai karakteristik dari media cetak tradisional maupun media elektronik.

Dengan keberhasilannya dalam merangkul semua media tersebut, akhirnya membuat media elektronik mempunyai sebuah komunitas media yang menciptakan sebuah komunitas media yang lain. Komunitas media yang telah ada, memanfaatkan media elektronik yang memang berskala kecil, untuk tujuan politik dan budaya. Dan masalah inilah yang akhirnya menyebabkan, pembentukan struktur organisasi yang profesional dalam sebuah komunitas media tersebut. Tetapi, organisasi yang profesional ini memang bertentangan dengan tujuan yang ada pada masyarakat asli. Karena memang antar media yang telah ada mempunyai banyak ketertarikan, akhirnya gelombang dan aktivitas ini menjadi bercampur. Menjadi sebuah komunitas dan juga hasil media yang bercampur juga.

3.      Gelombang Ketiga : Era Internet
Gelombang inilah yang akhirnya sekarang ini, banyak kita temui di sekitar kita, dan bahkan menjadi salah satu hal yang banyak kita lakukan. Dalam sebuah jurnal of communication dan journal of computer mediated communication pada tahun 1996, terdapat tema utama yang memang disiapkan untuk membahas gelombang yang satu ini. Hal ini juga sangat terlihat dengan jelas bahwa internet memang mempunyai arti yang sangat penting, terbukti dari adanya pembentukan Asosiasi Peneliti dan Penyelenggaraan Konferensi International pertama yang mengulas hal ini pada tahun 2000.

Dalam hal ini, banyak sekali pusat penelitian baru yang dibentuk dengan beberapa inisiatif yang memang menjadikan komunitas virtual sebagai objek virtual. Dalam hal ini, komunitas virtual merupakan sebuah komunitas baru lagi, yang memang hadir karena adanya ‘new media’ ini, atau yang lebih dikenal dengan nama internet. Dengan adanya media yang baru ini, dan memang mempunyai dampak yang besar, akhirnya banyak sekali jurnal akademik yang diluncurkan, untuk membahas mengenai fenomena ini. Buku-buku mengenai internet dan aspek masyarakat juga meledak setelah Benedikt menerbitkan sebuah buku Cyberspace: First Step, yang memang banyak sekali membuka wawasan tentang dampak dari gelombang yang satu ini.

Di dalam ketiga gelombang tadi, tentunya kita bisa melihat dampak yang ada di dalamnya, untuk lebih mengetahui apa yang harus kita lakukan, dengan media yang sekarang ini kita gunakan. Dan untuk membuat kita mengetahui bahwa gelombang di atas, juga merubah setiap karakter yang ada di masyarakat, yang membentuk sebuah komunitas yang baru.



*sumber: "Creating Community with Media : History, Theories and Scientific Investigations” oleh Nicholas W. Jankowski 

Selasa, 16 September 2014

Sebuah Lingkaran

Lingkaran kali ini adalah sesuatu yang tidak dapat kusebutkan asal-usulnya. Karena lingkaran ini terlalu berbahaya jika kucari tahu seluk beluknya, ini akan berakibat fatal untuk otakku yang akan menguak kisah masa lalu yang indah. Jadi sengaja aku tak ingin mengingatnya untuk membuat lingkaran itu tetap putih seperti masa lalu. Tapi tentunya aku tak bisa menghalau apa yang akan terjadi ke depannya bukan? Yang kurasakan lingkaran ini makin hitam kelam karena (katanya) penuh dengan kebohongan, drama, dan seubrek hal lain yang disebut sebuah lingkaran yang erat.

Akhirnya aku berani menyimpulkan bahwa semua yang kulakukan seperti salah di sebuah lingkaran itu, aku harus berhati-hati menyampaikan semua hal yang aku tahu, bahkan cerita tentang perasaanku sendiri. Ini menyebalkan untukku yang memang cerewet, cildish serta egois, yang menurut beberapa lingkaran itu dibuat-dibuat. Oh GOD !! Ngapain juga aku buat-buat sikap yang emang aku udah punya dari dulu. Oke, mungkin aku terlalu perasa tentang ini, dan memang mending distop aja bukan?

Aku sekarang sudah mulai menyetop "apa yang kata lingkaran" aneh dan mungkin menyebalkan. Oke, aku merasa aku telah kalah dengan sebuah lingkaran yang aku buat sendiri ini. Tapi aku masih yakin jika aku melakukan ini semuanya akan baik-baik saja. aku akan bisa melakukan aktivitas tanpa harus bergantung atau mungkin kita  jangan pakai kata bergantung. Lebih tepatnya untuk menghindari segala aktifitas yang berhubungan dengan semua lingkaran yang aku punya. 


Bahkan ketika aku menuliskan sebuah catatan hati di blog pun kayaknya tidak akan merubah apapun dengan lingkaranku. Tapi setidaknya aku tidak harus mengatakannya secara langsung kepada siapapun!! OKE ? Aku bisa diam hidup dengan tenang tanpa harus mempunyai beban lebih yang aku torehkan ke sebuah lingkaran.

Tetap kuat dengan semua terpaan yang terjadi memang sulit. Ini lebay sih memang, tapi seenggaknya dengan hal tersebut kita bisa berdoa untuk cepat menyelesaikan tugas dalam hidup untuk berganti pada lingkaran yang berbeda. Semoga harimu menyenangkan !!!





note . ini catatan yang sangat gajelas, terimakasih untuk anda yang telah membaca catatan gajelas ini :)

Senin, 23 Juni 2014

KITA SATU (bukan?)

Tulisan ini sih aku buat karena ngeliat sedikit keanehan aja di video yang engga sengaja aku tonton. Aku emang udah tahu kasus ini sejak lama, cuman aku belum lihat nyatanya. dan ketika aku liat video dokumentasi itu, aku jadi bertanya-tanya. Kita itu satu bukan? bukannya kita satu (bukan?). Kita satu kesatuan yang tergabung dalam NKRI bukan? Tetapi yang terlihat di vedio ini sungguh miris.

Sungguh sedih ketika melihat warga Rembang sekuat tenaga mempertahankan wilayah mereka agar tidak terjamah pabrik semen yang akan didirikan di wilayah tambang tersebut. Wajar bukan? mempertahankan suatu tempat untuk sebuah kebaikan? Tetapi sepertinya tidak untuk orang-orang yang memperoleh berbagai keuntungan dari pendirian pabrik tersebut.

Walaupun itu bukan tempat tinggal kita, tapi kita memang bertugas untuk menjaga tempat saudara kita itu kan? Mana kesatuan yang sering digemborkan itu? Jika akhirnya banyak perpecahan di dalamnya, dan perpecahan itu untuk keuntungan sendiri. 

Bahkan untuk aparat negara yang ada di dalamnya, bukannya aparat negara tidak harus memihak satu sama lain? Dan bertugas mengamankan dengan cara yang adil? Tetapi mengapa sekarang kenyataan tidak begitu? Ini sungguh disayangkan. Dengan ngeliat video itu juga aku jadi bertanya, kita emang butuh hidup dengan mencari nafkah dan lainnya, tapi apa tidak bisa kita juga memikirkan orang lain? Yang mungkin akan sengsara karena kita. Sebenarnya kita satu dalam hal apasih? dalam hal kawasankah? Atau dalam hal apa? Satu seperti apa yang selalu kita gembor-gemborkan?

Bukan sok pintar, tapi sebagai orang awam aku turut sedih ngeliat ini lho, apa cuma sebatas ini kesatuan WARGA NEGARA INDONESIA? mana kita yang dulu? yang menggemborkan kesatuan sampai berdarah? Kita memang engga bisa ngulang waktu, tapi bisa kan kita mempelajari waktu tersebut? KITA SATU, (bukan?)


NB. - ini cuma opini orang awam yang masih harus belajar
-TERIMAKASIH UNTUK KALIAN YANG MASIH PEDULI ! TERUS LANJUTKAN, DAN TETAP INGAT UCAPAN YANG TELAH KITA LONTARKAN! SALAM SOLIDARITAS!

video terkait :
https://www.youtube.com/watch?v=5hwwcT59Aqk

Minggu, 15 Juni 2014

UNTUKMU BAPAK :)

Purwokerto, 15 Juni 2014

Untuk Bapak Terbaik di Dunia

Assalamu'alaikum

Bapak, gimana kabar bapak disana? Sehat toh? Semoga bapak selalu dalam lindungan kasih Allah. Maafkan Yayas ini ya pak, yang belum bisa pulang untuk sekedar menemani bapak di rumah. Anakmu ini belum bisa pulang pak, karena banyak tugas di kuliah. Dari tugas akademik sampai non akademik. Yayas sengaja ikut banyak kegiatan pak, demi mendapatkan pengalaman yang sebanyak-banyaknya pak, yang katanya bisa Yayas pakai di kehidupan nanti.

Bapak mpun dahar? Bapak sering sekali nelpon buat sekedar nyuruh Yayas makan, tetapi terkadang Bapak sendiri belum makan kan? Jangan sering gitu pak, Yayas disini bakal makan kok, kalau Yayas laper, jadi bapak juga makan ya. Yayas jadi inget gimana dulu kita sering makan bakso bareng, bapak minta buatin Yayas bakso, dan kadang Yayas menolak. Tapi yayas pengen kaya gitu lagi pak, kangen. Kangen disaat  bapak marah-marah biar yayas bikinin bapak bakso. Maaf ya pak, Yayas belum bisa kaya gitu lagi.

Bapak inget? dulu waktu Yayas kecil Yayas sering disebut anak bapak bukan anak ibu, karena yayas sering sekali dengan bapak, dulu kita selalu ke pantai setiap pigu pagi, karena disana udaranya enak. Bapak sering batuk kalo malem, jadi kalo ke pantai bisa sekalian hirup nafas segar. Setelah Yayas SMP, kita udah jarang bareng, Yayas mulai sibuk sama urusan Yayas sendiri. Dateng ke bapak kalo butuh doang, maaf ya pak, keegoisan Yayas sangat tinggi waktu SMP. Terkadang, kalo bapak nelpon kangen Yayas, Yayas seakan cepet pengen nutup karena bapak sering banget nelpon Yayas. Maaf ya pak.

Pak, inget engga, bapak paling suka dipijet punggungnya, di idek-idek pake kaki, dulu waktu kecil Yayas seneng banget mijetin bapak, tanpa disuruh langsung kadang menghampiri bapak. Maaf ya pak, sekarang Yayas sudah jarang lagi melakukan itu. Terkadang sampai bapak marah-marahpun Yayas malah pergi keluar, maaf banget bapak, Yayas nyuwun pangapunten ingkang katah.

Bapak, sekarang pun bapak masih sama, bapak sering nelpon yang terkadang engga Yayas angkat hanya karena alasan malas, Yayas sekarang ngerasa emang pilih kasih banget sama bapak, maaf ya pak. Yayas juga salah pak, Yayas engga pernah berfikir buat ngebahagiain bapak dulu waktu SMP sama SMA, kalo ada apa-apa pasti ibu, Yayas juga jarang ngajak bicara bapak. Bapak kadang kesepian bukan? Bapak tapi engga pernah bilang, karena engga ingin nyakiti hati kita. Maafkan anakmu ini, bapak.

Bapak, tapi sekarang Yayas udah bisa mikir apa yang kata orang dewasa, Yayas engga pengin bapak kecewa lagi sekarang. Disini bapak, Yayas pengen belajar semaksimal mungkin buat ibu, dan juga buat bapak. Yayas pengen bapakpun ikut bangga liat Yayas besar nanti. Yayas pengen bapak bisa ngerasain apa yang Yayas rasain, Yayas pengen Bapak juga selalu ada temen kalo Yayas pulang nanti. Sekali lagi Yayas minta maaf ya pak, Maafkan anakmu yang penuh kesalahan ini.

Bapak, sebenarnya banyak sekali yang perlu Yayas ceritakan, tapi maaf bapak, sepucuk surat ini tidak dapat mewakili semuanya, tunggu Yayas pulang ya pak, jangan suka pulang malam terus kehujanan, kurangi ngerokok pak, nanti batuknya kambuh terus, jangan makan makanan yang keras juga, karena Yayas tahu kalau giginya dipaksa makan keras pasti sakit kan? Sekian dulu ya bapak. Yayas sayang bapak.
Wassalamu'alaikum
Dari Anakmu, Yayas